Rabu, 08 Juli 2009

Apakah engkau mencintai aku?

Suatu pagi, aku terbangun untuk melihat matahari terbit.Ah, ciptaan Tuhan memang begitu indah! Sambil menyaksikan semua ini, aku memuji-muji Tuhan atas karyaNya yang begitu indah.Saat aku terduduk di situ, aku merasakan kehadiran Allah, Tuhanku Yesus Kristus datang kepadaku

Ia bertanya, "Apakah engkau mencintai Aku?"

Aku menjawab, "Tentu saja, Engkau adalah Tuhan dan Juru Selamatku!"

Kemudian Ia bertanya, "Sekiranya tubuhmu cacat, apakah engkau akan tetap mencintai Aku?"

Aku tertegun, dan melihat kedua kaki dan tanganku. Ah, alangkah sulitnya hidup ini, dengan tubuh yang cacat! Tetapi aku menjawab, "Tuhanku, jika aku cacat, akan sangat susah bagiku, tetapi aku akan tetap mencintai Engkau."

Kemudian Tuhan Yesus bertanya, "Sekiranya matamu tak dapat melihat, apakah engkau tetap bersyukur atas segala ciptaanKu?"

Secara tiba-tiba aku terbayang orang-orang tuna netra di seluruh dunia dan bagaimana mereka tetap memuji dan bersyukur atas segala ciptaan Tuhan. Jadi aku menjawab, "Alangkah sulitnya jika aku tidak dapat melihat, Tuhanku, tetapi aku tetap akan bersyukur atas segala ciptaanMu."

Kemudian Tuhan Yesus berkata, "Sekiranya engkau tidak dapat mendengar, apakah engkau tetap akan setia kepada setiap FirmanKu?"

Lalu aku berpikir, bagaimana mungkin aku mendengarkan Firman Allah jika aku tuli? Tetapi kemudian aku tersentak, dan menyadari bahwa aku perlu mendengar Firman Allah dengan hati, bukan dengan telinga saja. Maka aku menjawab, "Alangkah sulitnya Tuhan, jika aku tuli, tetapi aku akan tetap mendengar segala FirmanMu."

Kemudian Tuhan Yesus bertanya, "Sekiranya engkau tidak dapat berkata-kata dalam hidupmu, apakah engkau tetap akan memuji NamaKu?"

Bagimana mungkin aku menyampaikan puji-pujian tanpa suara? Tetapi akupun sadar bahwa Tuhan ingin puji-pujian itu berasal dari hatiku yang paling dalam dan dari ketulusan jiwaku. Maka akupun menjawab, "Alangkah sulitnya, Tuhan, jika aku tidak dapat berkata-kata, tetapi aku akan tetap bernyanyi di dalam hatiku, memuji dan bersyukur kepadaMu."

Kemudian Tuhan Yesus bertanya, "Apakah engkau mencintai Aku?"

Dengan penuh keyakinan, aku menjawab, "Ya, Tuhanku,aku mencintai Engkau karena Engkaulah Allah yang Maha Kuasa!"

Aku pikir, aku telah menjawab pertanyaan Tuhanku dengan baik....

Kemudian Tuhan Yesus bertanya, "Lalu, mengapa engkau tetap berbuat dosa? Mengapa engkau menjauh dariKu disaat-saat kesukacitaanmu?
Dan engkau mencari-cari Aku dalam seruan doa-doamu disaat Engkau kesusahan?"

Aku tidak menjawab. Hanya air mata yang mengalir.

Kemudian Tuhan Yesus melanjutkan, "Mengapa engkau hanya bernyanyi memujiKu disaat kebaktian dan retretmu? Mengapa engkau mencari-cari Aku hanya saat beribadah? Mengapa engkau meminta-minta terus hanya untuk kepuasan dirimu sendiri? Mengapa engkau meminta-minta kepadaKu tanpa kesetiaan?"

Air mataku terus mengalir.

"Mengapa engkau tidak menyampaikan FirmanKu pada semua orang? Mengapa engkau mencari-cari alasan saat Aku memberikanmu kesempatan
kepadamu untuk memuliakan namaKu?"

Aku mencoba untuk menjawab. Tapi tidak ada jawaban.

"Engkau telah Kuberkati dengan Hidup. Aku menciptakanmu bukan untuk menyia-nyiakan pemberianKu itu. Aku telah memberkatimu dengan berbagai talenta untuk melayaniKu dengan kasih, tetapi engkau terus berpaling daripadaKu. Aku telah menyingkapkan FirmanKu kepadamu, tetapi engkau tidak bertambah dalam pengertianmu. Aku telah berbicara kepadamu, tetapi telinga hatimu tertutup rapat. Aku telah menunjukkan berkat-berkatKu kepadamu, tetapi matamu tidak mau melihat. Tetapi Aku telah mendengarkan doa-doamu, anakKu, dan Aku telah menjawabnya."

"Apakah engkau mencintai Aku?" Tanya Tuhan Yesus sekali lagi.

Aku tidak bisa menjawab. Aku teramat sedih dan malu. Aku tidak memiliki alasan lagi. Setelah aku meratap dalam tangis, aku berkata, "Ampuni aku, Tuhan, aku tidak layak menjadi anakMu."

Tetapi Tuhan Yesus menjawab, "AnakKu... anakKu yang Kukasihi, Aku sangat mencintaimu!"

Aku menjawab, "Mengapa Engkau selalu mau mengampuni aku? Mengapa Engkau mengasihi aku seperti itu?"

Tuhan Yesus menjawab, "Karena engkau adalah ciptaanKu. Engkau adalah anakKu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Disaat engkau menangis, Aku tahu kesedihanmu dan Akupun menangis disisimu. Disaat engkau bersuka cita, Akupun tertawa bersamamu. Disaat engkau putus asa, Aku datang memberikan semangat bagimu. Disaat engkau terjatuh, Aku mengulurkan tanganKu untuk mengangkatmu. Disaat engkau lelah, Aku mengangkatmu didalam dekapan pelukanKu. Aku akan selalu bersertamu dan mencintaimu sampai akhir segala zaman."

Aku tidak pernah menangis seperti saat itu. Bagaimana mungkin aku bisa begitu dingin terhadap Allahku. Bagaimana mungkin aku menyakiti hati Tuhan, setelah begitu banyak yang telah dilakukanNya bagiku?

Lalu aku bertanya kepada Tuhan Yesus, "Tuhan, seberapa besarkah kasihMu bagiku?"

Kemudian Tuhan Yesus membuka tanganNya lebar-lebar. Dan aku melihat tanganNya yang luka karena paku di kayu salib, dan aku teringat akan segala kesengsaraanNya. Kesengsaraan sampai mati, karena kasih.

Aku tersungkur di kaki Kristus, Juru Selamatku. Bersujud dan menangis.

Untuk Sahabat" ku

SAHABAT

Kau bagaikan pelita di hatiku . .
Kau bagaikan bintang yang menyala di hatiku . .
Kau bagaikan malaikat yang mendampingiku . .
Dan , ,
Kau juga bagaikan malaikat yang menyemangatiku . .
Agar aku bisa menjalani hidup ini . .
Walaupun menderita . .
Aku tetap semangat menjalani hidup ini . .
Tetap berjuang menjalaninya . .
Walaupun hanya sendiri . .
Tidak ! Tidak , sahabatku !
Kau tidak sendiri . .
Lihatlah kami sebagai sahabatmu . .
Tataplah wajah kami !
Kamilah sahabatmu !
Kamilah yang membantumu . .
Lihatlah wajah kami , sahabatku . .

Pesan : Sayangilah sahabatmu , walaupun sahabatmu itu mempunyai kekurangan . .
Sayangilah sahabatmu dengan kasih sayang yang kamu mampu untuk membahagiakannya . .

Liburan Telah Tiba..

Liburan 2hari tp sudah bosan dibogor.. tidak ada hiburan... hanya online yg mengisi hariku ini.. huhu..

Ingin sekali membuat hal impossible means i'm possible! apakah saya bisa???

Selasa, 23 Juni 2009

Statim - Jika kau ingin tahu

Ooo.. oo..
Ooo.. oo..

Waktu berlalu terasa mengganggu
Fikiranku mungkin aku sendiri
Lelah jiwaku mengharapkan kamu
Namun hatiku takkan pernah lelah

Reff:
Jika kau ingin tahu
Cintaku takkan hilang
Jika kau ingin tahu
Takkan pernah ku sesalkan

Back to Reff:

Lelah jiwaku mengharapkan kamu
Namun hatiku takkan pernah lelah

Back to Reff: 2x

Jika kau ingin tahu
Jika kau ingin tahu

Back to Reff:

Waktu berlalu terasa mengganggu
Fikiranku mungkin aku sendiri

The lucky laki - Bukan Superman

Aku bukanlah Superman
Aku juga bisa nangis
Jika kekasih hatiku
Pergi meninggalkan aku

Ayahku selalu berkata padaku
Laki-laki tak boleh nangis
Harus s’lalu kuat, harus s’lalu tangguh
Harus bisa jadi tahan banting

Tapi ternyata sakitnya cinta
Buat aku menangis

Aku bukanlah Superman
Aku juga bisa nangis
Jika kekasih hatiku
Pergi meninggalkan aku

Ayahku selalu memarahi aku
Jika jatuh air mataku
Kata ayah s’lalu air mata itu
“Adalah tanda kelemahan”
Tapi ternyata air mataku
Ternyata jatuh juga

Aku bukanlah Superman
Aku juga bisa nangis
Jika kekasih hatiku
Pergi meninggalkan aku

Ayahku tersayang (ayah), maafkanlah aku (maafkan aku)
Jika aku masih menangis (masih nangis)
Masih belum bisa (belum bisa), menjadi seperti (jadi seperti)
Apa yang ayah s’lalu mau (apa yang mau)
Kita berjanji tuk tidak lagi
Menangis karna cinta

Aku bukanlah Superman
Aku juga bisa nangis
Jika kekasih hatiku
Pergi meninggalkan aku

Aku bukanlah Superman (bukan Superman)
Aku juga bisa nangis (juga bisa nangis)
Jika kekasih hatiku
Pergi meninggalkan aku [2x]

Afgan – Bukan Cinta Biasa

Kali ini kusadari
Aku telah jatuh cinta
Dari hatiku terdalam
Sungguh aku cinta padamu
Cintaku bukanlah cinta biasa
Jika kamu yang memiliki
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku

Terimalah pengakuanku
Percayalah kepadaku
Semua ini kulakukan
Karena kamu memang untukku

Cinta ku bukan cinta biasa
Jika kamu yang menemani
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku
Terimalah pengakuanku

Adrian Martadinata - Ajari Aku

Ajari aku ‘tuk bisa
Menjadi yang engkau cinta
Agar ku bisa memiliki rasa
Yang luar biasa untukku dan untukmu

Ku harap engkau mengerti
Akan semua yang ku pinta
Karena kau cahaya hidupku, malamku
‘tuk terangi jalan ku yang berliku

Hanya engkau yang bisa
Hanya engkau yang tahu
Hanya engkau yang mengerti, semua inginku

[ajari aku 'tuk bisa mencintaimu]
[ajari aku 'tuk bisa mengerti kamu]

Mungkinkah semua akan terjadi pada diriku
Hanya engkau yang tahu
Ajari aku ‘tuk bisa mencintaimu